A. Sejarah Pembentukan

TNBBBR merupakan penggabungan dari dua kawasan cagar alam yang terletak di Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kedua cagar alam tersebut adalah Cagar Alam Bukit Baka dan Cagar Alam Bukit Raya.

Saat ini kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yang terletak di Propinsi Kalimantan Barat yang meliputi Kabupaten Sintang dan Melawi telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.4189/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 10 Juni 2014 dengan luas 111.802,20 Ha, sedangkan kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Provinsi Kalimantan Tengah yang meliputi Kabupaten Kasongan telah dtetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.3951/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 19 Mei 2014 dengan luas 122.822,10 Ha, sehingga luas total kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya adalah 234.624,30 Ha.

 

B. Topografi

Kawasan TNBBBR merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan dengan fisiografi berupa pegunungan patahan. Ketinggian daerah ini bervariasi antara 150–2.278 m dpl. Beberapa puncak bukit yang memiliki ketinggian di atas 1.400 m dpl adalah Bukit Raya (2.278 m dpl), Bukit Melabanbun (1.850 m dpl), Bukit Asing (1.750 m dpl), Bukit Panjing (1.620 m dpl), Bukit Baka (1.650 m dpl), Bukit Lusung (1.600 m dpl) dan Penjake (1.450 m dpl).

 

C. Iklim

Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya termasuk tipe iklim A dengan nilai sq berkisar antara 0 sampai dengan 14,3 dan menurut klasifikasi Koppen termasuk tipe Af.

 

D. Hidrologi

Sungai-sungai yang sumber airnya berasal dari kawasan TNBBBR bermuara di 2 (dua) sub DAS, yaitu : Sub DAS Melawi dan Sub DAS Katingan. Sub DAS Melawi berada di Provinsi Kalimantan Barat yang meliputi sungai Ella Hulu, Juoi, Umbak, Mentatai, Serawai, Rabang, Jelundung, Lekawai, dan Ambalau. Sedangkan Sub DAS Katingan berada di Provinsi Kalimantang Tengan yang meliputi sungai  Tae, Hiran, Samba, Senamang, dan Bemban.

 

 

E. Keanekaragaman Hayati Dan Ekosistem TNBBBR

Kawasan TNBBBR merupakan habitat dari berbagai flora dan fauna, tercatat terdapat 1.227 jenis tumbuhan dimana  201 jenis merupakan tumbuhan etnobotani meliputi 97 jenis tumbuhan obat-obatan, 7 jenis tumbuhan untuk bahan kecantikan, 45 jenis tumbuhan bahan pangan, 20 jenis untuk bahan kerajinan dan spritual, 32 jenis untuk bahan bangunan dan perkakas, selain itu 209 jenis berpotensi untuk menjadi tumbuhan eksotis/hias dan 16 jenis tumbuhan bernilai penting. Sedangkan untuk Fauna tercatat 517 jenis yang terdiri dari 60 jenis Mamalia, 217 jenis Aves, 112 jenis herpetofauna, 95 jenis Kupu-kupu dan 33 jenis Ikan dan Krustacea.

Ekosistem yang terbentuk di dalam kawasan TNBBBR sesuai dengan perubahan topografi dan bentang alam. Tipe ekosistem yang terdapat di dalam TNBBBR meliputi ekosistem hutan pamah (low land forest) – Dipterokarpa yang terbentang antara 0 – 1000 m dpl, ekosistem hutan pegunungan bawah terbentang antara 1000 – 1300 m dpl, dan ekosistem hutan pegunungan atas terbentang antara 1300 – 2400 m dpl.

 

 

F. Masyarakat

Desa penyangga yang berada disekitar kawasan TNBBBR berjumlah 24 desa. Di Kalimantan Barat terdiri dari Desa Baras Nabun, Nanga Jelundung, Nanga Riyoi, Ruhan, Panekasan, Rantau Malam, dan Meroboi yang terletak di Kecamatan Serawai, serta Desa Buntut Sabon yang terletak di Kecamatan Ambalau, Kabupeten Sintang sedangkan Desa Mawang Mentatai,  Nusa Poring, Laman Mumbung, dan Belaban Ella terletak di Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi. Di Kalimatan Tengah terdiri dari Desa kuluk Sepangi, Dehes Asem, Rangan Kawit, Kiham Batang yang terletak di Kecamatan Katingan Hulu, Desa Tumbang Kaburai di Kecamatan Bukit Raya, Desa Batu Panahan, Tumbang Tabulus, Tumbang Tundu, Tumbang Malaman, Sebaung, Tumbang Taei terletak di Kecamatan Marikit, dan Desa Tumbang Habangoi yang terletak di Kecamatan Petak Malai yang kesemuanya berada di Kabupaten Katingan.