Penetapan zonasi TNBBBR yang terakhir berdasarkan Keputusan Dirjen PHKA No.23/IVSET/2013 tentang Zonasi TNBBBR tanggal 29 Januari 2013 telah mengatur ruang-ruang/zonasi dalam pengelolaan kawasan konservasi sesuai Peraturan Menhut P.56/Menhut-II/2006 tentang Pedoman Zonasi Taman Nasional. Penetapan zonasi TNBBBR pada saat itu dilakukan berdasarkan hasil Berita Acara Tata Batas yang dilakukan di BPKH Wilayah III Pontianak dan BPKH Wilayah V Banjarbaru. Luas kawasan TNBBBR menurut dokumen zonasi adalah 236.324,05 Ha. Terdapat perbedaan luasan antara SK penetapan kawasan dan SK penetapan zonasi sehingga perlu untuk segera dilakukan disinkronisasikan melalui pembuatan review zonasi yang baru. Selain itu terdapat perkembangan lain yang memungkinkan dilakukan review zonasi agar selaras dengan fungsi dan penetapan kawasan. Aspek perencanaan memiliki peran krusial dalam pengelolaan kawasan TNBBBR. Saat ini pengelolaan kawasan secara umum berpegang pada dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pengelolaan Jangka Pendek (RPJ Pendek). Dengan tujuan untuk menyediakan perencanaan yang lebih spesifik diperlukan juga perangkat perencanaan yang handal pada cakupan pengembangan pengelolaan kawasan seperti Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam, Rencana Induk Pemberdayaan Masyarakat dan Pembinaan Daerah Penyangga, Rencana Pemulihan Ekosistem serta Roadmap Riset dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Proyeksi yang ingin dapat diimplementasikan ke depan adalah dapat tersusunnya berbagai bahan perencanaan yang handal, aspiratif serta secara menyeluruh mampu mengakomodir kebutuhan pengelolaan kawasan TNBBBR.