Untuk kalian yang ingin melakukan penelitian, kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya masih menyimpan banyak misteri yang menunggu untuk diungkap.

Pastikan kamu mengurus ijin penelitian serta ijin pengambilan sampel (bila ada) dan memproses SIMAKSI.

Buat kamu yang masih mahasiswa dan berasal dari perguruan tinggi di Indonesia tidak dikenakan biaya PNBP untuk ijin dan SIMAKSI.


Ijin Penelitian

Umum/ Lembaga Penelitian

Persyaratan WNI

  • Surat Permohonan Ijin Penelitian diajukan pemohon kepada Kepala Balai TNBBBR dengan tembusan disampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Sektertaris Badan Penelitian dan pengembangan Kehutanan, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah setempat. Pengajuan permohonan ijin penelitian ini disampaikan minimal 2 minggu sebelum kegiatan dilaksanakan.
  • Mengajukan proposal penelitian yang telah disahkan oleh pimpinan lembaga/ pemohon bekerja
  • Copy kartu identitas.
  • Mengisi surat pernyataan tidak merusak dan menjaga kebersihan lingkungan
  • Jika bekerja/ kuliah di luar negeri menyerahkan Surat Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal yang dikeluarkan dari BTNBBBR.
  • Jika dalam rencana penelitian akan melakukan pengambilan spesimen (flora/ fauna/ benda mati) maka diperlukan surat rekomendasi dari LIPI dan ijin dari Direktorat Jenderal KSDAE (dilindungi) atau Kepala Balai TNBBBR (tidak dilindungi).
  • Melakukan presentasi sebelum melakukan kegiatan penelitian dan menyerahkan hasil laporan penelitian 1 (satu) bulan setelah penelitian berakhir.
  • Materai Rp. 6000.
  • Pungutan PNBP SIMAKSI Penelitian:
    • Kurang dari 1 bulan Rp. 100.000,-/ org
    • 1 – 6 bulan Rp. 150.000,-/ org
    • 7 – 12 bulan Rp. 250.000,-/org

 

Persyaratan WNA

  • Surat Ijin Penelitian dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi
  • Surat Pemberitahuan Penelitian dari Direktorat Kewaspadaan Nasional, Ditjen Kesatuan Bangsa dan Politik, Kementerian Dalam Negeri.
  • Surat Keterangan Jalan MABES POLRI.
  • Surat Rekomendasi dari lembaga penjamin dan mitra kerja Peneliti Asing yang bersangkutan.
  • Surat Keterangan Kerjasama dengan mitra kerja dari lembaga penelitian dan pengembangan dan/atau perguruan tinggi di Indonesia.
  • Surat Izin Masuk kawasan Konservasi dari Sekretaris Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) bagi peneliti asing yang akan melakukan penelitian di lebih dari satu kawasan konservasi seperti Taman Nasional, Suaka Margasatwa atau Cagar Alam atau Surat Permohonan SIMAKSI kepada Kepala Balai TNBBBR bagi peneliti yang hanya melakukan penelitian di dalam salah satu kawasan konservasi saja dan dalam hal ini kawasan TNBBBR.
  • Fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan MERP (Multiple Exit Re-entry Permit) dari Kantor Imigrasi .
  • Mengajukan proposal penelitian yang telah disahkan
  • Fotokopi paspor, yaitu halaman identitas dan halaman yang mencantumkan visa
  • Mengisi surat pernyataan tidak merusak dan menjaga kebersihan lingkungan
  • Menyerahkan Surat Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal yang dikeluarkan dari BTNBBBR.
  • Jika dalam rencana penelitian akan melakukan pengambilan spesimen (flora/ fauna/ benda mati) maka diperlukan surat rekomendasi dari LIPI dan ijin dari Direktorat Jenderal KSDAE (dilindungi) atau Kepala Balai TNBBBR (tidak dilindungi).
  • Jika bekerja/ kuliah di luar negeri menyerahkan Surat Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal yang dikeluarkan dari BTNBBBR.
  • Materai Rp. 6000.
  • Melakukan presentasi sebelum melakukan kegiatan penelitian dan menyerahkan hasil laporan penelitian 1 (satu) bulan setelah penelitian berakhir.
  • Pungutan PNBP SIMAKSI Penelitian:
    • Kurang dari 1 bulan Rp. 5.000.000,-/ org
    • 1 – 6 bulan Rp. 10.000.000,-/ org
    • 7 – 12 bulan Rp. 15.000.000/ org

Mahasiswa

Persyaratan WNI

  • Surat Permohonan Ijin Penelitian diajukan pemohon kepada Kepala Balai TNBBBR dengan tembusan disampaikan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Sektertaris Badan Penelitian dan pengembangan Kehutanan, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah setempat. Pengajuan permohonan ijin penelitian ini disampaikan minimal 2 minggu sebelum kegiatan dilaksanakan.
  • Mengajukan proposal penelitian yang telah disahkan oleh pimpinan lembaga/ pemohon bekerja
  • Copy kartu identitas
  • Mengisi surat pernyataan tidak merusak dan menjaga kebersihan lingkungan.
  • Jika dalam rencana penelitian akan melakukan pengambilan spesimen (flora/ fauna/ benda mati) maka diperlukan surat rekomendasi dari LIPI dan ijin dari Direktorat Jenderal KSDAE (dilindungi) atau Kepala Balai TNBBBR (tidak dilindungi).
  • Menyerahkan Surat Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal (PADIA/PIC) yang dikeluarkan dari BTNBBBR bagi Peneliti Indonesia yang bekerjasama dengan Peneliti Asing.
  • Melakukan presentasi sebelum melakukan kegiatan penelitian dan menyerahkan hasil laporan penelitian 1 (satu) bulan setelah penelitian berakhir.
  • Pungutan PNBP SIMAKSI Penelitian Rp. 0,00

Persyaratan WNA

  • Surat Ijin Penelitian dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi
  • Surat Pemberitahuan Penelitian dari Direktorat Kewaspadaan Nasional, Ditjen Kesatuan Bangsa dan Politik, Kementerian Dalam Negeri.
  • Surat Keterangan Jalan MABES POLRI.
  • Surat Rekomendasi dari lembaga penjamin dan mitra kerja Peneliti Asing yang bersangkutan.
  • Surat Keterangan Kerjasama dengan mitra kerja dari lembaga penelitian dan pengembangan dan/atau perguruan tinggi di Indonesia.
  • Surat Izin Masuk kawasan Konservasi dari Sekretaris Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) bagi peneliti asing yang akan melakukan penelitian di lebih dari satu kawasan konservasi seperti Taman Nasional, Suaka Margasatwa atau Cagar Alam atau Surat Permohonan SIMAKSI kepada Kepala Balai TNBBBR bagi peneliti yang hanya melakukan penelitian di dalam salah satu kawasan konservasi saja dan dalam hal ini kawasan TNBBBR.
  • Fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan MERP (Multiple Exit Re-entry Permit) dari Kantor Imigrasi .
  • Mengajukan proposal penelitian yang telah disahkan
  • Fotokopi paspor, yaitu halaman identitas dan halaman yang mencantumkan visa
  • Mengisi surat pernyataan kesanggupan memenuhi aturan perundang-undangan.
  • Menyerahkan Surat Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal yang dikeluarkan dari BTNBBBR.
  • Jika dalam rencana penelitian akan melakukan pengambilan spesimen (flora/ fauna/ benda mati) maka diperlukan surat rekomendasi dari LIPI dan ijin dari Direktorat Jenderal KSDAE (dilindungi) atau Kepala Balai TNBBBR (tidak dilindungi).
  • Jika bekerja/ kuliah di luar negeri menyerahkan Surat Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal yang dikeluarkan dari BTNBBBR.
  • Materai Rp. 6000.
  • Melakukan presentasi sebelum melakukan kegiatan penelitian dan menyerahkan hasil laporan penelitian 1 (satu) bulan setelah penelitian berakhir.
  • Pungutan PNBP SIMAKSI Penelitian:
    • Kurang dari 1 bulan Rp. 5.000.000,-/ org
    • 1 – 6 bulan Rp. 10.000.000,-/ org
    • 7 – 12 bulan Rp. 15.000.000/ org


Ijin Pengambilan Sampel/ Spesimen yang Dilindungi

Persyaratan WNI

  • Surat Ijin Pengambilan Sampel/ Spesimen dari Direktur Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • SATSDN yang dikeluarkan oleh BKSDA setempat.
  • Surat Rekomendasi Ilmiah dari Pusat Penelitian Biologi LIPI untuk kepentingan penerbitan SATSDN.
  • Surat Perjanjian pengalihan sampel/ Material Transfer Agreement (MTA) bagi Peneliti Indonesia yang bekerjasama dengan Peneliti Asing.
  • Menyerahkan Surat Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal (PADIA/PIC) yang dikeluarkan dari BTNBBBR bagi Peneliti Indonesia yang bekerjasama dengan Peneliti Asing.
  • Proposal penelitian yang memuat informasi lengkap, antara lain:
    • Tujuan pengambilan/ pengalihan sampel
    • Metode dan lokasi pengambilan sampel
    • Cara pengawetan sampel
    • Tempat/ lokasi penyimpanan dan analisis sampel. Jenis dan jumlah sampel

Persyaratan WNA

  • Surat Ijin Pengambilan Sampel/ Spesimen dari Direktur Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Bagi Peneliti Asing yang akan mengambil dan mengirim sampel/ spesimen ke daerah lain atau luar negeri wajib mengajukan permohonan ke Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan guna memperoleh SATSDN yang dikeluarkan oleh BKSDA dan SATSLN yang diterbitkan oleh Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Surat Rekomendasi Ilmiah dari Pusat Penelitian Biologi LIPI untuk kepentingan penerbitan SATSDN dan SATSLN.
  • Surat Perjanjian Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan antar lembaga litbang atau perguruan tinggi.
  • Surat Perjanjian pengalihan sampel/ Material Transfer Agreement (MTA).
  • Menyerahkan Surat Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal (PADIA/PIC) yang dikeluarkan dari BTNBBBR.
  • Surat Ijin Penelitian dari KEMENRISTEK DIKTI.
  • Proposal penelitian yang memuat informasi lengkap, antara lain:
  • Tujuan pengambilan/ pengalihan sampel
  • Metode dan lokasi pengambilan sampel
  • Cara pengawetan sampel
  • Tempat/ lokasi penyimpanan dan analisis sampel


Ijin Pengambilan Sampel/ Spesimen yang Tidak Dilindungi

Persyaratan WNI

  • Surat Permohonan Ijin Pengambilan Sampel/ Spesimen kepada Kepala Balai TNBBBR.
  • SATSDN yang dikeluarkan oleh BKSDA setempat.
  • Surat Rekomendasi Ilmiah dari Pusat Penelitian Biologi LIPI untuk kepentingan penerbitan SATSDN.
  • Surat Perjanjian pengalihan sampel/ Material Transfer Agreement (MTA) bagi Peneliti Indonesia yang bekerjasama dengan Peneliti Asing.
  • Menyerahkan Surat Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal (PADIA/PIC) yang dikeluarkan dari BTNBBBR bagi Peneliti Indonesia yang bekerjasama dengan Peneliti Asing.
  • Proposal penelitian yang memuat informasi lengkap, antara lain:
    • Tujuan pengambilan/ pengalihan sampel
    • Metode dan lokasi pengambilan sampel
    • Cara pengawetan sampel
    • Tempat/ lokasi penyimpanan dan analisis sampel. Jenis dan jumlah sampel

Persyaratan WNA

  • Surat Ijin Pengambilan Sampel/ Spesimen dari Direktur Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Bagi Peneliti Asing yang akan mengambil dan mengirim sampel/ spesimen ke daerah lain atau luar negeri wajib mengajukan permohonan ke Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan guna memperoleh SATSDN yang dikeluarkan oleh BKSDA dan SATSLN yang diterbitkan oleh Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Surat Rekomendasi Ilmiah dari Pusat Penelitian Biologi LIPI untuk kepentingan penerbitan SATSDN dan SATSLN.
  • Surat Perjanjian Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan antar lembaga litbang atau perguruan tinggi.
  • Surat Perjanjian pengalihan sampel/ Material Transfer Agreement (MTA).
  • Menyerahkan Surat Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal (PADIA/PIC) yang dikeluarkan dari BTNBBBR.
  • Surat Ijin Penelitian dari KEMENRISTEK DIKTI.
  • Proposal penelitian yang memuat informasi lengkap, antara lain:
    • Tujuan pengambilan/ pengalihan sampel
    • Metode dan lokasi pengambilan sampel
    • Cara pengawetan sampel
    • Tempat/ lokasi penyimpanan dan analisis sampel
    • Jenis dan jumlah sampel



 

Isi FormUnggah Laporan Penelitian