Rencanakan pendakianmu ke Bukit Raya minimal sebulan sebelum keberangkatan. Lakukan booking SIMAKSI online. Pastikan tanggal keberangkatan dan jumlah anggota tim yang akan ikut mendaki. Transfer/ bayar PNBP SIMAKSI ke Bank BRI atas nama Bendahara Penerimaan Negara 079 TNBBBR dengan nomor rekening: 030401000635306. Persiapkan perlengkapan dan logistikmu dengan matang. So, tunggu apalagi, kami tunggu kunjungannya! Rasakan adrenalin rush kalian!!! Tabah sampai akhir, ya!!! Hihihihi....

 

1. Pendakian Bukit Raya Jalur Rantau Malam

Desa Rantau Malam menjadi pintu masuk pendakian ke Bukit Raya melalui jalur Provinsi Kalimantan Barat. Desa ini terletak paling ujung di hulu Sungai Serawai Dalam. Kalian tidak perlu khawatir jika ingin mendaki Ke Bukit Raya melalui Desa Rantau Malam, karena fasilitas porter, transportasi dan homestay sudah tersedia. Perjalanan dari Desa Rantau malam dapat ditempuh melalui dua jalur pintu masuk yaitu: Korong Hape dan Batu Lintang.


Day 0

Usahakan kalian sudah tiba di Nanga Serawai sebelum jam 14.00 WIB ya… supaya tidak kemalaman tiba di Desa Rantau Malam. Pada waktu-waktu tertentu, misal saat air naik dan deras di musim penghujan atau saat air surut di musim kemarau operator transportasi mungkin akan menolak untuk membawamu karena terlalu beresiko.

Day 1

Pendakian dari Desa Rantau Malam menuju Korong Hape. Untuk menghemat waktu dan tenaga, perjalanan menuju Korong Hape ini dapat ditempuh dengan ojek motor selama ± 30 menit. Biaya ojek adalah Rp. 75.000,-/ orang/ motor. Di hari pertama ini kalian sudah dapat mencapai Pos Sungai Mangan. Atau jika tidak mendapatkan ojek, pendakian akan dilakukan melalui Batu Lintang. Perjalanan dari Desa Rantau Malam ke Batu Lintang selama 2,5 – 3 jam.

Day 2

Nah, di hari kedua ini kalian akan merasakan perubahan Ekosistem Hutan Pamah Dipterokarpa ( 0 – 1000 m dpl) dan Hutan Ekosistem Hutan Pegunungan (1000 – 4000 mdpl) serta meyaksikan berbagai macam atraksi satwa. Setelah 7 – 8 jam melakukan perjalanan, kalian akan bermalam di Pos Linang. Oya, di sekitar Pos Linang, ada Air Terjun Linang, lho, tepatnya di sebelah kanan jalur pendakian dengan jarak sekitar ±200 m dari Pos. Kalau mau ke Air Terjun Linang, kalian harus hati-hati ya karena jalan menuju lokasi ini terjal dan licin.

Day 3

Selanjutnya dari Pos Linang perjalanan pendakian dilakukan hingga ke Pos Soa Tohutung.

Day 4

Di hari ke-empat, kalian sudah dapat mencapai Puncak. Dari Soa Tohutung ke Puncak Bukit Raya dapat dilakukan pulang pergi di hari yang sama. Ketika menuju Puncak Bukit Raya, kalian akan disuguhi ekosistem hutan lumut yang unik dan disini suhu udara sudah mulai semakin dingin. Sebelum mencapai hutan lumut, kalian harus memanjat “Bukit Jempol”, begitulah masyarakat lokal menyebutnya. Agar dapat melalui “Bukit Jempol” ini, kalian harus menggunakan alat webbing (tali) untuk memanjatnya. Kalian harus berhati-hati ketika naik karena kondisinya terjal dan licin. Setelah mencapai Puncak Bukit Raya, jika beruntung kalian akan dapat menjumpai tumbuhan endemik Bukit Raya yaitu Rhododendron fortunans dan Rhododendron mogeanum sedang berbunga, kantung semar (Nepenthes ephippiata).

Day 5

Di hari ke lima kalian bisa melakukan perjalanan pulang/ turun dari Pos Soa Tohutung sampai Pos Linang.

Day 6

Di hari terakhir perjalanan, dari Pos Linang perjalanan turun dilanjutkan hingga sampai langsung menuju desa.

 
2. Pendakian Bukit Raya Jalur Tumbang Habangoi

Pendakian ke Bukit Raya juga dapat ditempuh melalui jalur Tumbang Habangoi, Provinsi Kalimantan Tengah. Desa ini adalah satu-satunya desa di Kecamatan Petak Malai yang menjadi desa penyangga TNBBBR. Well, Pendakian Bukit Raya melalui Jalur Desa Tumbang Habangoi tentunya akan memberikan sensasi dan tantangan yang berbeda. So, Meet Up at the Summit!! See ya...


Day 1

Berangkat dari Desa Tumbang Habangoi terdapat 2 opsi transportasi yakni menggunakan transportasi darat (melewati jalan perusahaan kayu hingga ke ujung blok tebangan) atau transportasi air (menyusuri Sungai Samba).

Jalur darat: perjalanan menggunakan mobil 4×4 melalui jalan perusahaan sampai ke titik mobil tidak dapat masuk (waktu tempuh ± 40 menit). Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 4 jam menuju camping ground Teluk Buoyo (di luar kawasan)

Jalur air: perjalanan ditempuh dengan menggunakan perahu ces selama kurang lebih 6 – 7 jam menyusuri Sungai Samba. Karena jeramnya yang deras, maka demi keamanan dan keselamatan kalian harus turun dari perahu dan menyusuri tepi sungai. So, bagaimana dengan perahunya? Jangan khawatir, serahkan saja kepada ahlinya!! Jika hari sudah malam, perjalanan dihentikan dan dilanjutkan esok harinya. Trus, menginapnya dimana? Tenangggg …… ada spot lokasi yangs udah tersedia untuk bermalam.


Day 2

Jalur darat: Perjalanan melintasi pintu gerbang (batas TNBBBR) yang berupa sungai kering berbatu dilakukan dengan berjalan kaki. Jalur yang dilalui berupa jalan setapak mengikuti Sungai Samba selama kurang lebih 2 – 3 jam dari pintu gerbang hingga sampai di camping ground Dahie. Di hari ke dua ini, kalian bisa bermalam di camping ground ini. Oh ya, di dekat camping ground ini ada sebuah tajahan/ rumah keramat dimana banyak warga yang punya hajat menaruh sesajen. Jaga sopan santun kalian, ya…

Jalur air : di hari kedua ini kalian dapat langsung menuju camping ground Dahie dan beristirahat disana.


Day 3

Masih menyusuri pinggiran Sungai Samba dengan jalan setapak yang sama dan beberapa kali melewati anak sungai, perjalanan dilanjutkan menuju camp Tosah selama kurang lebih 4 jam. Sebelum mendekati camp Tosah, harus menyebrang Sungai Samba dulu ya. Letak camp Tosah di antara 2 anak Sungai Samba.

Day 4

Dari camp Tosah perjalanan mulai menanjak ke arah punggungan menuju Bukit Raya. Bagi kalian yang tidak mampu melanjutkan perjalanan lagi, dapat beristirahat di Pos Soa Tohutung. Perjalanan ini disebut tanjakan 6 jam karena kita menanjak selama 6 jam nonstop dari 400 mdpl (Tosah) hingga 1700 mdpl (Bitah Samba). Air harus dipersiapkan dengan baik karena sumber air hanya ada di camp Tosah maupun pos Soa Tohutung. Perjalanan di hari ke 4, kalian akan sampai di camp Bitah Samba pada sore hari dan dapat bermalam di sini. Udara sudah mulai dingin dan terdapat banyak lumut menandakan bahwa kita sudah berada di dataran tinggi. Oya, sumber air di camp Bitah Samba berupa aliran sungai kecil dan cukup dingin.

Day 5

Dari camp Bitah Samba perjalanan dapat langsung menuju ke puncak dalam satu hari (PP). Kalian tidak bisa bermalam di puncak karena di sana tidak terdapat sumber air bersih. Jalur pendakiannya cukup terjal dan curam, melintasi punggungan bukit yang kanan dan kirinya jurang. Jangan melihat ke bawah apabila kalian takut ketinggian. Oya, di jalur ini terdapat beberapa spot yang harus naik atau turun menggunakan tali-temali yang sudah tersedia dan terikat disana. Terdapat juga jalur yang bernama Tukat Mamuring yang kondisinya cukup terjal jadi harus berpegangan pada akar-akar pohon untuk naik. Total perjalanan dari camp Bitah Samba ke puncak adalah kurang lebih 4 jam. Usahakan setelah makan siang, kalian sudah harus melakukan perjalanan kembali ke camp Bitah Samba.

Day 6

Turun dari Bitah Samba biasanya langsung menuju camp Tosah selama 6 jam tergantung dari posisi start perjalanan.

Day 7

Jalur air: dari camp Tosah, perjalanan dilanjutkan menuju Dahie dengan berjalan kaki dan dilanjutkan lagi dengan menggunakan perahu ces menuju Desa Tumbang Habangoi. Apabila cukup pagi berangkat dari start maka biasanya kalian bisa langsung tiba di desa di hari ini.

Jalur darat: dari camp Tosah perjalanan dilanjutkan hingga ke Teluk Buoyo. Jika waktu masih cukup pagi dan masih kuat berjalan, kalian bisa langsung menuju meeting point dengan mobil jemputan yang mengantarkan kalian menuju Desa Tumbang Habangoi.