Sudah rindu mendaki Bukit Raya??? Okay, sebelum mendaki ada 10 hal penting Kenormalan Baru dalam Wisata Pendakian Gunung  yang patut kalian ketahui hasil rekomendasi dari APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia). So, cekidot!!!

1. Panduan Operasional Persiapan Perjalanan Pendakian

  • Melakukan kegiatan wisata pendakian gunung dalam kelompok kecil tidak lebih dari 50% kuota harian (maksimal 7 org). 
  • Memastikan kondisi badan sehat dan bugar, tidak memiliki gejala Covid-19 seperti batuk, flu, demam dan lainnya.
  • Memeriksa kesehatan sebelum dan sesudah berkunjung ke daerah yang terkonfirmasi kasus Covid-19.
  • Seluruh peserta pendakian direkomendasikan dalam kondisi sehat yang dibuktikan Surat Keterangan Sehat (bebas pandemi) dari Pihak Berwenang.
  • Memahami kondisi dan status pandemi di area destinasi yang akan dikunjungi.
  • Kelompok usia rentan seperti balita (< 5 tahun) dan lansia (> 70 tahun) tidak dianjurkan pergi.
  • Menggunakan masker sesuai kebutuhan dan harus diganti setiap hari.
  • Menggunakan alat pelindung ketika menyentuh permukaan apa pun dan menghindari bersentuhan langsung dengan benda-benda yang ada di tempat bergiat selain yang dibutuhkan untuk pendakian,
  • Melakukan cuci tangan sesering mungkin setelah menyentuh apapun (selama 20 detik dengan menggunakan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer).
  • Menghindari transaksi tunai, dan jika tidak memungkinkan pastikan melakukan pembersihan tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau hand sanitizer.
  • Menjaga kondisi tubuh dengan olahraga, asupan yang bergizi dan istirahat yang cukup.
  • Menyediakan cairan disinfektan, antiseptik dan alat pendekteksi suhu dalam satu kelompok pendakian.
  • Menyiapkan peralatan, perlengkapan dan perbekalan yang berkualitas dan memadai serta pastikan higienitasnya.
2. Panduan Operasional Membersihkan Peralatan dan Perlengkapan
  • Memastikan peralatan dan perlengkapan yang digunakan sudah dibersihkan dengan air atau cairan disinfektan.
  • Menyediakan cairan disinfektan sebagai peralatan tambahan untuk membersihkan peralatan pendakian. (referensi : Cairan disinfektan dibuat dengan larutan pemutih pakaian, air, perbandingan =20 ml pemutih ; 980 ml air). Kemasan peralatan disemprot atau dibasuh disinfektan.
  • Peralatan dimasukan dalam kemasan (packsack).
  • Peralatan dimasukan dalam ransel (backpack/duffel bag).
  • Ransel disemprot atau dibasuh disinfektan.
  • Memastikan untuk peralatan pribadi tidak digunakan secara bergantian.
  • Jika tidak memungkinkan, pastikan disemprotkan terlebih dahulu cairan disinfektan secara merata dan biarkan selama 1 menit, baru boleh digunakan oleh orang lain.

3. Panduan Operasional saat dalam Perjalanan

  • Menyediakan disinfektan dalam kemasan semprot atau botol dan lap basah.
  • Menyemprot atau basuh bagian kendaraan transportasi dan seluruh perangkat yang akan disentuh.
  • Memasukan ransel peralatan dalam bagasi yang sudah disemprot/basuh.
  • Masuk kendaraan transportasi dengan lebih dulu menyemprot/basuh sepatu dan cuci tangan.
  • Tetap mengenakan masker selama perjalanan.
  • Menjaga jarak satu sama lainnya di dalam kendaraan transportasi sesuai protokoler kesehatan Pemerintah dalam berkendara.
  • Meminimalisir penggunaan transportasi publik menuju lokasi pendakian.
  • Ketika turun dari kendaraan transportasi, ambil ransel, peralatan dan perlengkapan dari bagasi dengan mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Perjalanan dengan aman dan mengikuti peraturan yang berlaku.

4. Panduan Operasional Saat Persiapan Pendakian

  • Mengikuti protokol global penggunaan jasa tempat penginapan sebelum pendakian (hotel/homestay)
  • Mengikuti protokol global penggunaan jasa retail sebelum pendakian
  • Berjalan menuju pos pendakian dalam jarak aman (minimal 1 meter).
  • Selama perjalanan menuju gerbang pendakian menjaga kebersihan diri dan peralatan
  • Menyemprot dan membasuh sepatu serta ransel setiba di pos pendakian atau tempat istirahat sementara secara berkala, ulangi cuci tangan sebelum mempersiapkan pendakian.
  • Menggunakan alas untuk meletakkan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan.

5. Panduan Operasional Saat Melakukan Interaksi

  • Menggunakan masker saat melakukan interaksi sesusi kebutuhan
  • Memastikan peralatan dan perlengkapan interaksi sudah dibersihkan dengan air atau cairan disinfektan
  • Menjaga jarak minimal satu meter saat melakukan interaksi
  • Menghindari interaksi dengan sentuhan langsung antar bagian tubuh, lakukan dengan isyarat sesuai adat/kebiasaan lain yang disepakati
  • Pemandu /pemimpin perjalanan harus menyampaikan protokol wisata pendakian gunung saat pandemi dengan hal utama mengenai jaga jarak interaksi, disiplin mencuci tangan atau peralatan dan perlengkapan serta penggunaan masker.
  • Pada saat melakukan interaksi dengan alas duduk (matras/kursi) , pastikan lakukan pembersihan sebelum, saat dan setelah digunakan.
  • Bila batuk atau bersin, tutupi dengan tisu dan langsung buang tisu ke tempat sampah. Bila tidak ada tisu, tutupi dengan siku bagian dalam, jangan dengan tangan kosong. Setelah batuk atau bersin, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan menggunakan hand sanitizer.
  • Tidak menyentuh wajah, mulut, hidung dan mata sampai tangan benar-benar dalam keadaan bersih.
  • Mencuci tangan atau bersihkan anggota tubuh lainnya setelah menyentuh apapun selama melakukan interaksi.
  • Membersihkan peralatan dan perlengkapan apapun setelah digunakan dalam proses interaksi.
  • Selalu mengingatkan satu sama lain mengenai protokol wisata pendakian gunung saat pandemi selama proses interaksi. 
  • Mengulangi protokol di atas selama melakukan interaksi dalam wisata wisata pendakian gunung.

6.  Panduan Operasional Saat Melakukan Pendakian

  • Mengunakan masker dalam pendakian sesuai kebutuhan, khususnya saat interaksi satu sama lain.
  • Memastikan melengkapi perlengkapan pendakian dengan membawa cairan disinfektan
  • Pendakian bisa dimulai dengan mengikuti protokol berjalan dengan jarak aman minimal 1 (satu) meter antara pendaki.
  • Membasuh tiap permukaan yang akan disentuh dibebani dengan lap basah , termasuk perlengkapan administrasi pada registrasi pendakian.
  • Pendaki kedua dan/atau ketiga sekaligus menyemprot membasuh ulang peralatan dan pengaman yang dilepas/ditinggal.
  • Pada saat jeda/istirahat pastikan menggunakan alas duduk yang sudah didisinfektan. Bersihkan alas dengan semprot disinfektan atau dibasuh dan masukan kembali ke tempat penyimpanannya.
  • Mencuci tangan dan menyemprot/membasuh sepatu pendaki setelah jeda pendakian.
  • Mencuci tangan selama 20 detik dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer, terutama sebelum menyentuh mulut, hidung, dan mata maupun setelah menyentuh instalasi publik.
  • Ulangi protokol diatas jika melanjutkan pendakian dengan memperhatikan jarak aman jika berpapasan dengan pendaki lainnya.
  • Pada akhir pendakian cuci peralatan dan perlengkapan sesuai aturan pembersihan dengan cairan disinfektan sebagaimana saat protokol pembersihan peralatan dan perlengkapan pendakian

7.    Panduan Operasional Saat Aktivitas Perkemahan

  • Melakukan pembukaan lokasi perkemahan sesuai ketentuan jarak aman dengan diameter antar 1 meter ke masing masing tenda termasuk lokasi dapur, makan dan MCK.
  • Menyediakan fasilitas cuci tangan dan bahan pencucinya pada lokasi umum yang mudah dijangkau seluruh pendaki.
  • Kapasitas tenda diisi setengah dari jumlah kapasitas maksimal
  • Menjaga kebersihan masing masing tenda, sesuai protokol pencegahan penyebaran COVID 19 secara berkala.
  • Makan dilakukan di tenda masing masing. Jika disediakan tempat makan diatur dalam jarak aman 1 meter antar pendaki.
  • Fasilitas masak tersedia air untuk dialirkan saat pencucian perlengkapan maupun bahan makanan segar. Pastikan mengikuti Panduan Operasional Makan dan Minum.
  • Fasilitas MCK dipastikan memiliki persediaan air untuk melakukan cuci tangan dan kebutuhan higienis.
  • Pembongkaran perkemahan dan packing peralatan pribadi maupun tim mengikuti Panduan Operasional Meninggalkan Rumah serta Panduan Operasional Membersihkan Peralatan dan Perlengkapan.

8.    Panduan Operasional Saat Makan Dan Minum

  • Makanan dan minuman siap saji dikemas untuk masing masing pendaki.
  • Konsumsi gizi seimbang, menghindari mengkonsumsi makanan hewani yang belum matang sempurna, dan perbanyak makan sayuran dan buah-buahan.
  • Memastikan seluruh makanan dan minuman disajikan dalam keadaan sudah matang.
  • Jika menyediakan makanan dan minuman kemasan dari toko lakukan pembersihan pada kemasan saat pengadaan dengan menggunakan cairan disinfektan
  • Memastikan seluruh kemasan yang digunakan dibersihkan dengan menggunakan cairan disinfektan.
  • Mencuci tangan sebelum mengolah makanan.
  • Jika menyediakan makanan dan minuman masakan/racikan lakukan pembersihan menggunakan air pada seluruh peralatan dan perlengkapan masak, termasuk kompor ringkas(portable stove) dan kemasan bahan bakar.
  • Bahan pangan mentah dicuci dengan air bersih terlebih dahulu sebelum di olah (potong, dibumbui dan dimasak).
  • Seluruh bahan dan peralatan serta perlengkapan makanan dikemas dengan kemasan yang dibersihkan dengan air dan disatukan dalam ransel pengangkut.
  • Menyajikan pada perlengkapan makan pribadi masing masing pendaki.
  • Memastikan peralatan makan yang disajikan di meja makan sudah dibersihkan dan tersedia alat pembersih.
  • Menjaga jarak jika makan bersama di meja makan.
  • Peralatan dan perlengkapan masak dibersihkan atau basuh dengan air.
  • Mencuci perlengkapan dan peralatan makan dan disemprot atau basuh dengan air.
  • Mengemas kembali kedalam ransel dan disinfektasi ransel angkut.

9.    Panduan Operasional Saat Kondisi Darurat

  • Melakukan seluruh proses kedaruratan seperti pada umumnya.
  • Jika mengalami gejala-gejala seperti batuk, flu, demam di atas 37.5 C dan sesak nafas, segera menghubungi no telepon darurat COVID 19 lokal, dan ikuti arahan dari pihak hotline COVID 19.
  • Jika kondisi korban memburuk segera melakukan proses evakuasi ke Rumah sakit terdekat untuk dilakukan penanganan.
  • Mencuci tangan dan semprot atau basuh seluruh permukaan yang bersentuhan dalam proses kedarutan dengan disinfektan atau air sabun.

10.  Panduan Operasional Saat Kondisi Darurat

  • Membersihkan diri, peralatan dan perlengkapan setelah tiba kembali di pos pendakian.
  • Mengikuti protokol global penggunaan jasa retail dan tempat penginapan sesudah melakukan pendakian
  • Melakukan protokol saat berkendara selama melakukan perjalanan kembali kerumah.
  • Melepaskan seluruh peralatan dan perlengkapan saat tiba depan pintu rumah dan bersihkan terlebih dahulu sebelum dimasukan ke dalam rumah dengan air/cairan disinfektan/lap basah.
  • Mencuci tangan atau bagian tubuh lainnya sebelum masuk ke rumah dengan air/cairan disinfektan.
  • Tidak menyentuh apapun di dalam rumah terlebih dahulu, sebelum membersihkan seluruh tubuh (mandi).
  • Meletakkan pakaian kotor di tempatnya, segera rendam dan cuci.
  • Mandi untuk membersihkan seluruh bagian tubuh.
  • Memastikan kembali kebersihan seluruh peralatan dan perlengkapan sebelum digunakan di dalam rumah, khususnya aksesoris seperti handphone, kacamata, kunci dan lain sebagainya.
  • Melakukan pemulihan kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup dan asupan gizi yang baik.
  • Jika ada penurunan kondisi tubuh, segera melakukan penanganan dan jika diperlukan lakukan karantina diri.
  • Segera menghubungi pihak yang berwenang jika penurunan kondisi tubuh semakin memburuk setelah melakukan pendakian.