Easy Way To Publish A Substantial School Research Paper Article writing on Assignmentpay.com

essay assignment homework assignment help online

And as a result, completely original paper is delivered to you. Let our experts help you in putting up a good quality assignment. They always deliver high-quality solutions as per the academic regulations provided by educational institutions. The following is the article writing answer to ‘what I can get if ask your experts to do my assignments for me’. In order to make confirmed decisions in the professional life elementary writing paper ahead, students are asked to submit research based assignments at various levels in the university.

Hence, students don’t need to spend time in searching, ‘can someone do my assignments.’ Apart from being a helping hand to students in writing a good quality assignment paper, our experts also ensure students receive required academic help to fulfill their can someone do my assignment for me academic goals such as getting higher scores in academics global warming research paper.

college writing assignment

And if such is the case, then fret not as you have already reached the right place where you can say ‘will you do my assignment for me?’ for an affirmative answer. Experts, working with us, have gained university assignments help the highest qualification in their respective fields. We resolve their doubts by providing them edited and error-free assignments.

Our writers are specifically trained to do the academic writing college assignments done for you tasks as per the university and college guidelines. Whether you belong to good research paper a non U.S. A break book critique essay from assignments during a busy term is like a sudden vacation from a heavy load of work, which gives you an instant enjoyment.

No third party has access to our database, not even our writers.

9th Indogreen Environment & Forestry Expo 2017

kunjungan menlhk

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) pada tahun ini mengikuti agenda pameran lingkungan dan kehutanan terbesar di Indonesia, Indogreen Environment and Forestry Expo 2017 digelar di Hall B Jakarta Convention Center mulai tanggal 13 s/d 16 April 2017.  TNBBBR menempati lokasi stand nomor 13 pada area pameran, dengan menampilkan tema “Beauty in Nature TNBBBR”. pada Pameran tersebut, TNBBBR menonjolkan potensi keanekaragaman hayati dan potensi ekowisata yang dikemas dalam upaya pengelolaan secara lestari. Tercatat jumlah pengunjung yang datang ke stand TNBBBR dalam pameran Indogreen tersebut mencapai 823 Orang dari kalangan Mahasiswa, Kelompok Pecinta Alam serta masyarakat umum. Pada pameran ini pula Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Dr. Siti Nurbaya, M.Sc berkenan untuk berkunjung ke stand TNBBBR memberikan apresiasi terhadap pengembangan wisata di kawasan TNBBBR. (hakusu17)

Inventarisasi Populasi Orangutan 2013

IMG_1879Pembinaan habitat yang secara serius dilakukan Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Baka Bukit Raya selaku pengemban amanah pengelolaan kawasan menjadi salah satu fokus program pengelolaan. berbagai spesies yang ada di dalam kawasan merupakan aset berupa biodiversity yang sangat besar nilainya, terutama bagi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Orangutan (Pongo pygmaeus) merupakan salah satu spesies payung (umbrella species) yang hidup di kawasan taman nasional ini. Titik berat dan perhatian pengelolaan sangat concern terhadap upaya untuk mempertahankan bahkan meningkatkan sebaran populasi di kawasan TNBBBR. Satwa yang disebut Orangutan karena kemiripan perangai dan anatominya dengan manusia ini sedang terancam keberadaannya di alam bebas akibat pembukaan hutan untuk kebun kelapa sawit, perburuan liar dan pembakaran hutan yang tidak terkendali.
Pembinaan habitat spesies yang dilakukan BTNBBBR salah satunya dengan melaksanakan kegiatan Inventarisasi Populasi Orangutan di wilayah kerja Resort Belaban dengan lokasi kegiatan di sekitar Resort Guhung Elan sesuai desain survai yang secara makro telah dirancang untuk menaksir populasi salah satu spesies kera besar ini di kawasan TNBBBR. Menggunakan metode nest decay rate (rerata keluruhan sarang) nantinya akan dihitung taksiran jumlah populasi Orangutan yang ada di dalam kawasan taman nasional. Survai yang dilakukan selama 12 hari (11 Juni – 22 Juni 2013) ini melibatkan enam orang personil PEH BTNBBBR. dari survai yang dilakukan pada tiga titik jalur survai ditemukan 21 sarang yang terdiri dari kelas sarang B dan C. Hasil survai sementara menunujukkan bahwa sebaran sarang Orangutan paling banyak terdapat pada ketinggian 400 m dpl sampai dengan 700 m dpl. Sedangkan survai ini menjangkau ketinggian dari rentang 200 m dpl sampai 1.600 m dpl.(dnh’86)

Observasi Amphibi TNBBBR 2013

_DSC0206Keanekaragaman hayati yang terdapat di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya menjadi modal yang cukup berarti dalam pengelolaan kawasan berbasis konservasi. Pengelolaan kawasan taman nasional yang dilaksanakan berlandaskan tiga pilar utama konservasi yakni perlindungan dan pengamanan, pembinaan habitat serta pemberdayaan masayarakat patut meyakinkan fokus-fokus kinerja dengan lebih optimal melalui penentuan prioritas-prioritas sasaran pengelolaan. Dari aspek konservasi keanekaragaman hayati, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya sangat serius menggarap keanekaragaman potensi kehati melalui kegiatan identifikasi dan inventarisasi populasi, inventarisasi habitat dan monitoring biodyversity di dalam kawasan.Beranekaragam jenis amphibi yang terdapat di dalam kawasan taman nasional memmerlukan perlakuan khusus
dalam upaya pembinaan habitatnya. Keberadaan katak kepala pipih Barbaurula kalimantanensis juga menjadi nilai utama TNBBBR sebagai kawasan yang memiliki peran dalam pengawetan plasma nutfah.

Pengelolaan yang dilakukan dalan pembinaan habitat khusus untuk Amphibi khas hutan hujan tropis Kalimantan dilakukan melalui identifikasi dan inventarisasi amphibi yang dilaksanakan 14 – 21 Mei 2013 di sepanjang Sungai Meroboi dalam wilayah kerja Resort Lekawai SPTN Wilayah I Nanga Pinoh. Dari kegiatan tersebut berhasil ditemukan 24 spesies dari ordo Anura yakni: Staurois natator, Pelophryne sp, Polypedates colletti, Ansonia spinulifer, Megophrys nasuta, Staurois laptopalmatus, Limnonectes malesianus, Ansonia longidigita, Rhacophorus cyanopunctatus, Pedostibes hosii, Limnonectes leporinus, Rana hosii, Meristogenys phaeomerus, Limnonectes paramacrodon, Microhyla perparva, Bufo asper, Leptobrachium abbotti, Limnonectes ibanorum, Rana nicobariensis, Leptolalax gracilis, Rana picturata, Rana chalconota, Limnonectes palavanensis dan Limnonectes kuhlii. Kegiatan identifikasi dan inventarisasi populasi anura merupakan pilot project pembinaan habitat amphibi di dalam kawasan TNBBBR. proyeksi kegiatan ke depan akan di arahkan pada pembuatan database dan buku panduan identifikasi amphibi di TNBBBR. (dnh’86)

Pameran GWBN TNBBBR 2013

DSCN4671Potensi keanekaragaman hayati(biodiversity), pesona bentang alam, situs budaya dan eksotisme puncak bukit yang dimiliki Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) merupakan kekayaan yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai objek wisata alam. Peranan berbagai pihak dalam pengembangan pariwisata alam menjadi kunci sukses upaya meningkatkan nilai tambah kawasan terutama dalam hal pemanfaatan intangible product hutan sebagai penyedia jasa lingkungan (environment services). Pembangunan infrastruktur berupa sarana dan prasarana pendukung, peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat selaku subjek pelaku usaha pariwisata patut mendapatkan porsi perhatian baik dari BTNBBBR, Pemda maupun NGO mitra pengelolaan. Pengembangan wisata alam juga berhubungan erat dengan upaya promosi dan informasi seperti aksesibilitas, potensi, jenis kegiatan serta paket-paket yang ditawarkan pada setiap calon pengunjung.
Memandang pentingnya aspek promosi dan publikasi wisata alam di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, BTNBBBR secara masif menggalakan upaya promosi intensif melalui keikutsertaannya dalam pameran baik di tingkat regional maupun nasional. Gelaran pameran yang dilaksanakan setiap tahun seperti halnya Pameran Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara (GWBN) 2013 juga diikuti BTNBBBR sebagai wadah untuk memperkenalkan wisata alam konservasi di TNBBBR. Berlangsung di Hall B Balai Sidang Jakarta (JCC) Senayan pada 23 – 26 Mei 2013, BTNBBBR turut serta dalam agenda pameran tersebut dengan mengusung tidak kurang dari 300 objek wisata menarik dari Sabang sampai Merauke. BTNBBBR menempati stand nomor G128 berdampingan dengan Ditjen PHKA Kementerian Kehutanan dan BTN. Tanjung Puting. Tema yang secara khusus diangkat oleh stand TNBBBR adalah “Breaktrough The Horizon of Borneo” dan “Dayak, in Harmony with Nature and Local Wisdom“. Produk andalan yang dipamerkan di stand TNBBBR adalah wiasata pendakian Puncak Kakam Bukit Raya yang merupakan puncak tertinggi Pulau Kalimantan (di Indonesia), selain itu hasil kerajinan budaya berupa anyaman dan kain tenun ikat ditonjolkan sebagai produk khas yang dapat dinikmati pengunjung.(dnh’86)

Indogreen Expo Tahun 2013

DSCN4261Mengangkat tema “Sustainable Growth with Equity in Forest Sector Toward 2020” pameran Indogreen Expo ke 5 Tahun 2013 digelar di Hall C Balai Sidang Jakarta, Senayan pada 4 – 7 April 2013.Dibuka langsung oleh Menteri Kehutanan Dr.(HC) Zulkifli Hasan, SE dalam sambutannya menyatakan bahwa pameran Indogreen dirancang sebagai sarana informasi, sosialisasi, edukasi, promosi inovasi dan produk kreatif kepada masyarakat, bagi pengelola, pemanfaat dan pengguna kawasan hutan dalam meningkatkan minat investasi, konservasi, rehabilitasi, reboisasi dan reklamasikawasan hutan, serta penyelenggara investasi hutan rakyat dan industri perkayuan bermitra dengan hutan rakyat di luar kawasan hutan. Pada kata sambutannya pula Menteri Kehutanan menyampaikan bahwa agenda pameran yang rutin dilaksanakan oleh Kementarian Kehutanan ini bertujuan mengenalkan produk, jasa dan teknologi kehutanan serta mensosialisasikan capaian kinerja Kementerian Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu II dan Pemda/ Dinas terkait pembangunan nasional pro-poor, pro-job and pro-environment.
Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya turut serta dalam pameran Indogreen ini dengan menempati stand 133, berdampingan dengan BTN. Danau Sentarum dan BTN. Teluk Cendrawasih. BTNBBBR mengangkat tema “Bukit Baka Bukit Raya, Forest that Serve You Always“, menampilkan berbagai produk jasa lingkungan yang ditawarkan kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya seperti ekoturisme, widya wisaya, pendakian dan wisata budaya adat Suku Dayak di sekitar kawasan penyangga taman nasional. Stand BTNBBBR yang menjadi satu komplek dengan stakeholder kehutanan di Propinsi Kalimantan Barat mengusung keberagaman pengelolaan dengan menonjolkan kearifan lokal masyarakat di sekitar hutan dengan entitas Suku Dayak, Suku Melayu dan Etnis Tionghoa sebagai subjek pembangunan kehutanan di Kalimantan Barat. Pameran yang diikuti oleh 174 peserta yang terdiri dari Kementerian Kehutanan, Pemerintah Daerah, BUMN sektor kehutanan, perusahaan kehutanan, pertambangan, minyak bumi dan gas serta perusahaan yang peduli akan kelestarian hutan dan lingkungannya. Pengunjung yang hadir dalam kegiatan pameran ini diperkirakan mencapai 4000 orang per hari dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat.(dnh’86)

Bukit Baka Bukit Raya Photo Hunting 2013

_HRU6385Promosi dan publikasi bagi sebuah kawasan konservasi merupakan salah satu kunci penyokong dalam pengembangan potensi jasa lingkungan berupa objek wisata alam yang ada di suatu kawasan. Penyebarluasan bahan dan materi publikasi dapat berupa video, materi foto, deskripsi maupun paket-paket wisata yang dapat dikemas sedemikian rupa untuk dapat menarik minat khalayak untuk menginjungi objek dimaksud. Pada 17 s/d 22 Maret 2013 BTNBBBR bekerjasama dengan WWF Indonesia mengadakan hunting photo bersama dengan komunitas fotografer Sintang dan Melawi untuk mengumpulkan kredit foto kawasan TNBBBR. POI yang menjadi sasaran dalam hunting photo kali ini mencakup aspek kehati, jasa lingkungan dan budaya masayarakat di sekitar kawasan penyangga.
kegiatan Photohunting TNBBBR 2013 ini diikuti 22 orang peserta dari komunitas LEKAS Sintang, GPS Sintang, FOS Sintang dan fotografer mandiri yang dikirim oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi. WWF pada kesempatan ini mengirimkan expert dibidang fotografi alam liar Sugeng Hendratno, dalam briefing yang disampaikannya Mas Sugeng menyampaikan beberapa detil teknik fotografi alam liar beserta kaidah-kaidah umum yang berlaku dalam fotografi ilmiah. Dari kegiatan ini terkumpul 1235 frame foto dengan berbagai tema kehati, jasa lingkungan dan budaya masyarakat setempat. kredit foto yang terkumpul nantinya akan digunakan dalam promosi kawasan TNBBBR dengan sharing hak cipta pada masing-masing fotografer dan hak publish pada BTNBBBR. (dnh’86)

Program Pengelolaan BTNBBBR TA 2013

kegiatan lapanganBalai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya selaku pengelola kawasan pelestarian alam (KPA) TNBBBR memiliki mandat untuk terus mengoptimalkan upaya konservasi kawasan. Pengelolaan yang bertumpu pada kegiatan perlindungan dan pengamanan, pembinaan habitat, pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan terus menjadi fokus kinerja BTNBBBR selaku UPT yang bernaung di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan ini.Tahun 2013 menjadi tahun refleksi sekaligus tahun resolusi pengelolaan kawasan, taman nasional dituntut untuk secara lebih serius menjalanan peranannya dalam upaya konservasi secara holistik. Program kerja yang digariskan dalam rencana operasional dituangkan dalam beberapa kegiatan unggulan dan kegiatan pendamping yang akan dilaksanakan selama tahun anggaran 2013.
Beberapa program unggulan yang akan segera dilaksanakan antara lain Program perlindungan dan Pengamanan Kawasan; mencakup penajaman pengelolaan kawasan melalui mekanisme Pengelolaan Berbasis Resort, Patroli Terpadu, Operasi Gabungan dan Pembentukan Pam Swakarsa. Dari aspek pembinaan habitat concern BTNBBBR masih berkutat pada kegiatan indentifikasi dan inventariasi populasi flora dan fauna kunci, di antaranya adalah Enggang, Orangutan, Owa-owa, Amphibi dan Tumbuhan Hias. Pengembangan Masyarakat Sadar Konservasi juga menjadi isu yang digadang-gadang pada tahun 2013 ini, pelibatan masyarakat dalam upaya penyebarluasan pesan konservasi, pengelolaan kawasan serta penyadartahuan pengetahuan, sikap dan keterampian terus dibina melalui beberapa kegiatan antara lain, Peningkatan Peran serta wanita dalam konservasi, pembentukan kader konservasi, pelatihan-pelatihan teknis dan pengembangan Bina Cinta Alam di sekitar kawasan penyangga TNBBBR.(dnh’86)

Peningkatan Fasilitas Wisata TNBBBR

Kawasan Pelestarian Alam TNBBBR menjadi salah satu bentang alam dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan menyediakan berbagai atraksi satwa dan pesona flora yang ada di dalamnya. Potensi yang dimiliki TNBBBR tersebut menuntut terus dilakukannya optimalisasi pengelolaan pemanfaatan wisata alam salah satunya berupa peningkatan fasilitas pendukung kegiatan wisata alam. Beberapa hal yang tengah disiapkan BTNBBBR selaku pengelola kawasan terkait pengelolaan wisata alam di antaranya adalah penataan spot-spot objek wisata potensial, membangun sarana pendukung dan perencanaan kegiatan wisata alam di dalam kawasan. Seperti halnya kawasan taman nasional lainnya di Indonesia, kegiatan yang paling populer dilakukan adalah wisata ilmiah dan pendakian. membaca kenyataan tersebut BTNBBBR secara serius berupaya membangun sarana wisata ilmiah sekaligus wisata pendakian di dalam kawasan taman nasional. Fasilitas yang saat ini sudah mulai dirintis dan akan terus dikembangkan adalah camping ground TNBBBR. Sebagai pilot project pembangunan fasilitas wisata ini dipilih lokasi di Resort Belaban Ella SPTN Wilayah I Nanga Pinoh tepatnya di sekitar shelter Guhung Elang Km. 37.

Pembangunan camping ground yang lokasinya terintegrasi dengan jalur interpretasi kehati TNBBBR dan direncanakan akan pula dibangun canopy bridge, lintasan wahana arung jeram dan  dilengkapi dengan air soft point blank. Tahap awal pembangunan camping ground dilakukan dengan membuat site awal camping yang memiliki kelengkapan minimal lokasi berkemah yaitu lahan kemah dan fasilitas MCK. keberadaan site camping tersebut ke depan akan dikembangkan lebih luas dengan kelengkapan fasilitas yang lebih memadai.(dnh’86)

Konsultasi Publik Draft Zonasi TNBBBR

Kawasan Bukit Baka Bukit Raya adalah salah satu Kawasan Pelestarian Alam yang merupakan salah satu taman nasional dengan ciri pengelolaan berdasarkan atas zonasi yang mapan. Sebagai habitat flora dan fauna khas hutan hujan tropis kalimantan TNBBBR menyimpan beraneka ragam potensi sumberdaya alam serta kehati yang berperan signifikan bagi daerah di sekitarnya. Pengelolaan kawasan yang intensif dan efektif menjadi prasyarat terbangunnya sistem tata kelola kawasan yang mantap.Berlandaskan pada zonasi diharapkan akan lebih mudah mengakomodir seluruh aspek kepentingan yang ada di dalam dan sekitar kawasan taman nasional.
Melalui pertemuan yang digagas BTNBBBR dengan melibatkan berbagai pihak terkait pengelolaan kawasan seperti Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Kementerian Kehutanan, NGO, Perguruan Tinggi dan insan media, dibahas dokumen draft zonasi TNBBBR sebagai cikal bakal penetapan zonasi yang akan menjadi acuan pengelolaan kawasan ke depan. Bertempat di Santika Hotel Jl. Diponegoro Pontianak pada 30 November 2012 Konsultasi Publik Review Draft Zonasi TNBBBR dilaksanakan. Dibuka oleh Kepala Bappeda Propinsi Kalimantan Barat Bpk. Robert Nusanto, S.Sos, M.Si, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan peran strategis kawaan TNBBBR merupakan salah satu aset bersama yang patut dijaga kelestariannya agar tetap dapan menjalankan fungsi serta peranan kawasan sebagai sistem penyangga kehidupan. Peranan vital yang terutama dirasakan langsung masyarakat di sekitar kawasan terkait peranannya sebagai daerah serapan air bagi aliran Sungai Melawi di Kalimantan Barat dan Sungai Katingan di Kalimantan Tengah.
Dibahas dalam agenda pertemuan ini berbagai upaya untuk terus mempertajam pengelolaan kawasan, kondisi aktual masyarakat, kesiapan pengusahaan pariwisata serta jasa lingkungan di dalam kawasan serta upaya kolaborasi pengelolaan dengan menggalang peranan berbagai pihak yang terkait untuk turut meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat di sekitarnya melalui pengembangan ekonomi kreatif.